Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Objek Wisata Alam Kabupaten CIlacap Jawa Tengah

Objek Wisata Alam Kabupaten CIlacap Jawa Tengah

Pulau Nusakambangan
Pulau Nusakambangan merupakan salah satu kawasan pantai selatan Kabupaten Cilacap yang dipisahkan oleh Selat Segara Anakan yang memisahkan dengan daratan Pulau Jawa .

Pulau Nusakambangan dikenal juga pulau penjara yang mempunyai kesan menyeramkan itulah kesan yang acap terdengar oleh siapapun yang belum pernah datang berkunjung ke Pulau Nusakambangan.

Pulau ini memang menawarkan banyak hal. Semakin lama mendekat dan melihat kesan menyeramkan berangsur-angsur sirna . bayangan yang menyeramkan pada penghuni penjara, serta hutan belantara yang sampai saat ini masih mampu melindungi satwa-satwanya perlahan-lahan akan melumatkan kesan menyeramkan bahkan kesan tersebut berganti rasa takjub dan detak kekaguman tiada habisnya .

Seramya mendengar para penghuni LP anda tidak usah kawatir sebab diantara lokasi wisata dengan Lembaga Pemasyarakatan sangat jauh. Dari 9 buah LP, 5 diantaranya LP Karanganyar, Nirbaya, Karang tengah, Gligir dan Limusbuntu sudah tidak digunakan, namun sekarang sudah dibangun untuk penjara khusus narkoba dan penjara terbuka serta penjara super maksimum security.

Sejak tahun 1985 Lembaga Pemasyarakatan tinggal 4 LP yang di gunakan diantaranya LP Besi, LP Batu , LP Permisan dan LP Kembang kuning (Penjara yang dibangun antara tahun 1908 sampai dengan 1950) yang rata-rata mempunyai kapasitas 500 orang sampai 2000 orang .

Pulau Nusakambangan yang memanjang dari barat ketimur sepanjang kurang lebih 36 km dan lebar antara 4 – 6 KM dengan luas keseluruhan adalah 210 km2 atau 21.000 ha memang menyimpan misteri dan daya tarik wisata seperti goa, pantai, benteng dan keindahan batuk arang dan keindahan panorama alam, hutan cagar alam, dan hutan belantara .

Segara Anakan
Nikmatilah uniknya alam Segara Anakan dan Nusakambangan, dapatkan petualangan yang mengasyikan.

Segara Anakan Cilacap terletak di belakang Pulau Nusakambangan wilayah Kabupaten Cilacap. Segara Anakan merupakan Laguna yang unik di pantai selatan Pulau Jawa dengan ekosistem rawa bakau (mangrove) yang memiliki komposisi dan stuktur hutan terlengkap di Pulau Jawa. Berbagai komponen sumber daya hayati berupa flora, habitat berbagai jenis fauna, betang alam daratan dan bentang alam perairan yang beinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan ekosistem alami.

Segara Anakan merupakan bagian dari kawasan Nusakambangan yang membentuk suatu paduan alam yang menawan. Segara Anakan dan Nusakambangan merupakan tempat wisata alam yang ideal. Panorama bentang alam dan keunikannya menyajikan suatu pemandangan yang menakjubkan. Nikmati paduan keindahan dan keunikan penuh nuansa petualangan yang mengasyikan.

Kampung Laut
Dinamakan “Kampung Laut” karena perkampungan ini berada di laguna Segara Anakan dan sekelilingnya merupakan wilayah perairan. Berbagai keunikan terdapat di daerah ini, mulai dari banyaknya Goa Karst, fauna laut, dan hingga pola hidup masyarakat yang menetap di daerah tersebut.

Letaknya dapat dikatakan terisolasi dan berada cukup jauh dengan wilayah perkotaan, membutuhkan waktu 4 jam dengan menggunakan perahu compreng atau sekitar 2 jam dengan menggunakan perahu mesin. Untuk sampai ke Kampung Laut kita akan melewati hutan mangroove dan menyusuri Pulau Nusakambangan yang digunakan sebagai penjara untuk narapidana kelas berat.

Pantai Rancah Babakan Nusakambangan
Terletak diujung paling barat Pulau Nusakambangan yang berjarak 35 km dari dermaga Sodong. Untuk menuju pantai ini melalui alur selat Nusakambangan – Segara Anakan melewati Desa Klaces Kecamatan Kampung Laut.

Sepanjang perjalanan melewati 4 LP yang masih berfungsi yaitu LP Batu, Besi, Kembang Kuning dan Permisan serta melewati Kecamatan Kampung Laut yang berada di Klaces dengan pemandangan hutan mangrove di kiri kanan alur sungai dan pemandangan pegunungan serta selat Indralaya.

Pantai Ranca Babakan tergolong pantai yang masih perawan karena belum banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini, karena memang jalur yang menuju ke pantai belum memadai.

Aksesibilitas
Dari Pelabuhan Seleko Cilacap naik perahu compreng – menyusuri alur selat Nusakambangan – Segara Anakan – melewati Desa Klaces Kec. Kampung Laut - dilanjutkan menuju Plawangan – Turun di Pantai dekat Plawangan – dilanjutkan berjalan kaki menyusuri jalan tikus menuju lokasi.

Pantai Pasir Putih
Cocok dengan namanya pasir putih karena pantainya berpasir putih sehingga masyarakat menyebutnya Pantai Pasir Putih. Pantai Pasir Putih salah satu obyek wisata yang ada di sebelah selatan Pulau Nusakambangan tepatnya berada di sebelah timur Pantai Permisan. Pantai Pasir Putih dihiasi dengan berbagai batu karang atau pulau – pulau kecil yang membujur ke timur dihiasi ombak yang sangat dahsyat / ganas sehingga benturan air menghantam batu karang hitam menambah keindahan batu karang.

Untuk menuju Pantai Pasir Putih harus berjalan kaki menelusuri jalan yang sudah dibangun trap – trap dari paving blok sepanjang 600 m dari Pantai Permisan naik ke arah timur dan turun sampai pantai pasir putih dengan jarak 1 km. Gugusan batu karang di Pantai Pasir Putih yang membujur ke timur diselimuti ombak nan putih menambah indahnya panorama alam pantai pasir putih.

Batu – batu tersebut selain menambah keindahan pantai juga sebagai pemecah ombak yang menuju pantai pasir putih sehingga ombak yang ganas bisa dijinakan dan relatif tidak berbahaya.

Dengan pasir pantainya yang putih dan ombak yang cukup bersahabat menambah para wisatawan merasa betah dan senang berlama – lama menikmati keindahan pasir putih. Kelebihan pantai pasir putih masih terdapatnya pohon – pohon yang tumbuh secara alami sehingga menambah sejuk udara pantai dan tidak terganggu oleh teriknya sinar matahari karena bisa berteduh atau naik dahan – dahan pohon sambil menikmati deburan ombak laut selatan.

Pantai Permisan
Pantai Permisan juga terdapat di Pulau Nusakambangan tepatnya disebelah selatan LP Permisan. Pantai ini masih sangat alami belum banyak tercemari oleh manusia. Dengan pemandangan yang sangat menakjubkan dan deburan ombak laut selatan akan membawa wiasatawan betah menikmati panorama keindahan pulau-pulau kecil dan batu-batu karang didepan pantai mempunyai nilai tersendiri dibanding pantai wisata lainnya di Cilacap.

Didepan pantai ada batu karang (pulau Kecil) yang mempunyai kenangan tersendiri bagi seorang pejebat negara yaitu Perdana Menteri pertama Indonesia. Sebelum menjadi Perdana Menteri seorang yang bernama Syahrir pernah berkunjung ke Pantai Permisan, di pantai itu Syahrir mencoba menyebrangi gelombang laut yang saat itu sedang kecil, ia berhasil naik ke batu karang tersebut. Akan tetapi pada saat mau kembali ke pantai datanglah ombak yang sangat besar, sehingga Syahrir bertahan sampai berjam-jam menunggu air surut diatas batu karang. Dengan adanya peristiwa tersebut maka nama Syahrir diabadikan sebagai nama gugusan karang di Pantai Permisan yang oleh sebagian kalangan masyarakat menyebutnya Batu Syahrir .

Selain cerita di atas, jika air surut wisatawan bisa mendaki sejumlah batu karang yang tersembul. Mereka akan menyaksikan berbagai simbol sosial sebagai bukti adanya legenda Raja Pakuan Pajajaran yang mempunyai putri cantik terkena wabah penyakit yang bisa sembuh kalau diobati dengan air mata kuda sembrani, maka sang raja mengirim utusan untuk mendapatkan obat tersebut tetapi selalu gagal yang pada akhirnya sang putri itu sendiri berangkat dan karena kecapaian perjalanan jauh ia beristirahat dan mandi di Pantai Permisan terseret ombak ke tengah laut dan terjepit diantara batu karang dan meninggal dan dari kejauhan hanya kelihatan sebagian anggota badannya tanpa busana maka disitu ada batu karang yang mirip alat kelamin perempuan .

Juga disebut permisan saat ada perompak mau mendarat ke Nusakambangan pantai itu tidak tampak tapi setelah permisi pada Sang Baurekso Pulau Nusakambangan nampak pantai tersebut maka disebut permisan

Pantai Permisan juga merupakan tempat penggodokan para prajurit agar mampu menjaga dan dam membela keutuhan bangsa dan negara dari gangguan apapun baik besar maupun kecil yang kiranya mengganggu kedaulatan. Tekad dan kekokohan prajurit tersebut disimbolkan dengan salah satu atribut (pisau komando) yang ditancapkan atau ditusukan kedalam batu karang sehingga dari pantai tampak pisau komando menancap dibatu karang.

Untuk menuju Pantai Permisan para wisatawan dapat menggunakan kapal penyebrangan atau perahu baik dari Pelabuhan Lomanis atau Pelabuhan Wijayakusuma ke Sodong Nusakambangan kemudian dilanjutkan dengan kendaraan pribadi atau carteran rombongan menuju ke permisan. Selama perjalanan, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam yang ada di Pulau Nusakambangan dan bisa singgah dulu di obyek wisata Goa Ratu juga bisa melihat LP Kembang kuning , Batu , Besi dan LP Permisan.

Pantai Jetis
Pantai yang berbatasan langsung dengan obyek wisata Pantai Ayah Kebumen ini Terletak di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap bagian Timur menawarkan keindahan panorama ombak laut selatan dan pemandangan alam pegunungan serta keindahan arur Sungai Bodo. Pantai ini terletak + 40 km dari arah timur kota Cilacap, dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum melalui jalur selatan-selatan jurusan Cilacap - Jatijajar - Gombong . Pada objek wisata ini terdapat Tempat Pelelangan Ikan Nelayan Tradisional.

Pantai Singkil Indah
Selain Pantai Ketapang Indah di Desa Sidaurip di Desa Karangpakis Kecamatan Nusawungu juga ada Pantai Singkil Indah letaknya kurang lebih 3 Km ke arah timur dari pantai Ketapang Indah . Obyek yang ditawarkan hampir sama dengan gugusan pantai-pantai lain yang menghadap ke Samudra Indonesia .

Pantai Ketapang Indah
Selain Pantai Widarapayung ke arah Timur ± 3 km ada Pantai yang lebih menarik lagi yaitu Pantai Ketapang Indah yang terletak di Desa Sidaurip Kecamatan Binangun, dengan luas 10 Ha. Pantai Ketapang Indah merupakan gugusan pantai – pantai lain yang menghadap Samudra Indonesia. Untuk menuju obyek wisata ini sangatlah mudah karena dapat dilalui kendaran roda dua maupun roda empat dengan menelusuri jalan beraspal jurusan Cilacap- Gombong.

Obyek ini menawarkan panorama pantai yang indah di tumbuhi pohon kelapa dan gelombang laut yang bisa digunakan untuk Selancar Air jika ombak tidak terlalu besar. Fasilitas yang ada tempat parkir yang bebas, tempat berteduh dibawah pohon kelapa dan kios-kios cindera mata sudah tertata dengan baik.

Pantai Indah Widarapayung
Merupakan objek wisata pantai dengan luas seluruh areal pantai mencapai 500 hektar terletak di Desa Widarapayung Kecamatan Binangun atau terletak ± 35 km arah timur dari Kota Cilacap. Kondisi pantainya sangat landai dengan dipagari pohon kelapa sehingga menjadikan pantai ini sejuk. Sedangkan luas kawasan yang ditetapkan sebagai Obyek Wisata Pantai Indah Widarapayung adalah sekitar 30 Ha (1000 m x 300 m)

Untuk menuju Pantai Indah Widarapayung sangatlah mudah bisa menggunakan angkutan umum bus jurusan Cilacap – Gombong atau kendaraan pribadi karena letaknya di Jalan Lintas Selatan – Selatan. Fasilitas yang ada di Pantai Indah Widarapayung: jalan yang beraspal, Shelter (tempat berteduh), Gardu Pandang, Kolam Renang, Tempat Parkir, Warung Makan, dan Kesenian Daerah. Pada bulan syura dilakukan Upacara Ritual Adat Tradisional Sedekah Bumi untuk larungan sesaji ke laut dengan diiringi kesenian daerah dan Pakaian Adat. Upacara Sedekah Bumi adalah merupakan salah satu perwujudan ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar Desa Widarapayung agar diberi keberkahan, keselamatan dalam sehari – harinya oleh Gusti kang Maha Agung.

Obyek ini menawarkan panorama pantai yang indah, upacara adat dan kesenian daerah, gelombang laut yang relatif teratur dan cocok untuk Selancar air.

Aksesibiltas
Dari arah timur : melewati perbatasan Kebumen (Pantai Ayah) – Cilacap (Pantai Jetis) dengan menyeberangi Jembatan Kali Bodo – ke arah barat – menuju lokasi di sebelah kiri jalan.

Dari arah barat : dari Kota Cilacap – Adipala – ke arah timur menuju Kec. Binangun – mencapai lokasi di sebelah kanan jalan.

Gua Maria (Gua Bendung)
Goa Bendung ditemukan oleh penjajah Belanda pada sekitar abad ke 16 konon pernah di gunakan sebagai tempat ibadah umat Kristiani pada saat Belanda menduduki Pulau Jawa termasuk Pulau Nusakambangan.

Untuk mencapai goa tersebut dapat melalui Pelabuhan Lomanis atau Pelabuhan Sleko dengan naik perahu atau compreng dengan menelusuri sungai dan selat Segara Anakan menuju goa atau Desa Klaces . Dari Klaces kemudian berjalan kaki selama kurang lebih satu jam menuju ke arah goa atau dapat melalui Dermaga Sodong dengan naik kendaraan roda dua atau angkutan lainnya melalui jalan darat sambil menikmati keindahan alam dan hutan serta bangunan lembaga pemasyarakatan menuju Goa Bendung sekitar 45 menit.

Goa Bendung yang ditemukan Belanda tanpa sengaja ketika penjajah Belanda meluaskan jajahannya di tanah jawa termasuk Pulau Nusakambangan mempunyai lorong sepanjang kurang lebih 150 meter dengan lebar 10 meter, didalam goa tersebut terdapat stalakmit yang menyerupai anjing dan seorang perempuan yang sedang menyusui. Karena didalamnya terdapat tempat khotbah dan stalakmit yang bentuknya seperti Bunda Maria, sehingga ada sebagian masyarakat yang menyebut Goa Maria, juga di dalamnya terdapat parit yang dibangun oleh Belanda yang galian tanahnya untuk membendung badan parit yang luas seperti pelataran dan digunakan untuk para jemaat untuk melakukan ibadah, karena pelataran yang digunakan untuk membendung air tersebut maka goa ini dikalangan masyarakat disebut Goa Bendung.

Goa Masigitsela
Goa Masigitsela adalah lobang yang cukup besar dan jauh masuk keperut bumi oleh karena proses alam yang bersangkutan terlalu lama yang menghasilkan stalakmit dan stalaktit didalam goa tersebut dan tampak sangat indah. Goa Masigitsela memiliki berbagai kaunikan disamping mulut goanya menghadap ketimur atau berlawanan dengan arah kiblat. Tebaran stalakmit dan stalaktit yang menghiasi mulut goa membentuk satu ornamen indah lengkap dengan pilar-pilarnya. Kalau diamati sepintas goa ini mirip pintu masuk bangunan masjid oleh karenanya sebagian masyarakat menyebut Goa Masigitsela disebut Goa Ibadah Sunan Kalijaga dan Sri Sultan Hamengkubuwana apalagi dikuatkan lagi sejumlah tangga yang terdapat di mulut goa juga sebuah bedug, juga didalam goa terdapat mata air tempat untuk mengambil air wudhu.

Arti Masigitsela adalah masjid yang terbuat dari sela atau batu. Wisatawan yang berkunjung ke goa ini mempunyai berbagai macam tujuan ada yang bertujuan menenangkan diri, ada yang meningkatkan iman mereka ada pula yang bertujuan ngalap berkah, ada juga yang datang tahlilan mengirim doa para leluhur. Salah satu keindahan stalakmit berwarna kuning emas dan berbentuk memanjang mirip dengan kasur sehingga sebagian orang menyebut kasurnya nabi sulaiman dan ada stalakmit yang membentuk cekungan mirip sebuah tempayan yang disebut pedaringan penggawa dan dinding batu yang memisah pedaringan penggawa di kenal sebagai tempat pertapaan Aji Saka yang diyakini jika dapat memeluk tiang aji saka keinginannya akan terkabul.

Untuk menuju Goa Masigitsela dapat dijangkau dari beberapa arah, masyarakat yang datang dari Jawa Barat bisa menggunakan kendaraan air (perahu/kapal) dapat singgah sebentar di Klaces kemudian dilanjutkan dengan perahu kecil atau jalan kaki menuju goa kira-kira 30 menit dan jika dari Cilacap melalui Dermaga Sodong masuk perairan menuju Desa Klaces atau lewat jalan darat melalui jalan di Nusakambangan dari Sodong naik menuju Goa Masigitsela

Goa Ratu dan Goa Putri
Goa Ratu dan Goa Putri terdapat di perbukitan kapur di Pulau Nusakambangan bagian tengah. Panjang goa kurang lebih 4 km dan lebar 20 meter . Goa yang kanan kirinya masih alami karena ditumbuhi oleh pepohonan rupanya menambah kesejukan dan kenyamanan didalamnya. Dari mulut goa kedalam banyak dihiasi oleh stalaktit dan stalakmit yang masih asli dan relatif indah. Goa ini juga dihuni oleh binatang seperti kelelawar dan burung walet. Kedua goa tersebut mempunyai lorong yang mudah dilalui sampai dengan panjang 140 meter dan lebar 14 sampai 20 meter, sekitar 70 meter terdapat reruntuhan atap goa yang menunjukan pemandangan dengan latar belakang stalaktit dan stalakmit.

Goa ratu ini memang cukup menarik sebagai obyek wisata alam. Akan tetapi di balik keindahan goa tersebut ternyata menyimpan misteri, ada beberapa cerita yang berkaitan dengan goa ratu. Konon goa ratu merupakan goa tua sebagai istana atau kerajan siluman. Oleh karena merupakan kerajaan siluman, goa ini sering pula dipakai atau sebagai tempat pertemuan raja-raja siluman.

Kecuali cerita tersebut goa ini juga terdapat batu yang sering kali disebut atau bernama Ganda Mayit. Batu ini pada malam-malam tertentu seperti malam jumat kliwon berbau bangkai (mayit). Selain batu ganda mayit, dalam goa ratu terdapat pula batu yang diberi nama Selendang Mayang .

Batu Selendang Mayang bentuknya tinggi besar dengan pilar pilar di sekelilingnya. Batu ini sendiri sebenarnya merupakan stalakmit yang terbentuk ribuan tahun lalu. Batu selendang mayang tergantung dan ”angker ” persis ditikungan goa , yang salah satunya yang merupakan jalur yang tembus ke laut selatan . Pada bulan syura di malam hari tertentu yaitu malam jumat kliwon mengeluarkan cahaya. Batu Selendang Mayang pada waktu tertentu juga di kunjungi orang. Mereka yang datang mempunyai maksud-maksud khusus. Kebanyakan mereka (laki-laki atau perempuan ) adalah merasa belum mempunyai pasangan hidup. Mereka kesulitan mencari jodoh umumnya bisa dikatakan ”jejaka tua atau perawan kasep ” menurut keyakinan mereka Batu Selendang Mayang dapat memudahkan orang untuk memperoleh jodoh . supaya dapat dikabulkan, maka mereka harus memeluk batu tersebut dan sambil berkata dalam hati yang diinginkan (lebih afdol lagi dibarengi dengan sesaji ).

Dalam goa Ratu ini ada juga yang disebut Goa Merah, disebut Goa Merah karena batu yang mengelilinginya berwarna merah. Konon dalam goa yang relatip sulit dijangkau ini dulu pada jaman G 30 S/PKI di manfaatkan sebagai tempat pembantaian (ada yang menyebut sebagai lobang buaya Nusakambangan. Hal ini tentunya menambah ” angkernya ” Goa Ratu yang notabene merupakan induk dari goa-goa yang ada di Nusakambangan .

Ditambah lagi goa ini sebagai pusat kerajaan gaib sehingga hal-hal gaib sangat mungkin terjadi disini, untuk itulah ada larangan yang tidak tertulis, bahwa bagi pengunjung Pulau Nusakambangan khusus di goa ratu supaya tidak melakukan atau berbuat yang sembrono (tidak pantas ) jika berada didalamnya, tidak jauh dari lokasi goa Ratu kearah barat sekitar 2 Km ada doa putri namun goa ini sementara tidak di kunjungi wisatawan karena dinding stalakmit sangat membahayakan pengunjung.

Oleh karena goa ratu cukup dalam masuk perut bumi, maka suasana dalam goa sangat gelap bagi mereka yang akan masuk kedalam goa harus mengunakan penerangan petromak atau lampu senter.

Untuk menuju goa ini relatif sangat mudah. Untuk mereka yang mau berkunjung melalui pelabuhan Penyeberangan Lomanis atau Pelabuhan Wijayakusuma dan menuju Pelabuhan Penyeberangan Sodong dengan naik perahu atau Kapal Pengayoman. Dari Pelabuhan Sodong kemudian dengan menggunakan kendaraan pribadi atau carteran menuju obyek wisata Goa Ratu.

Goa Ronggeng terletak di perbukitan kapur ujung barat Pulau Nusakambangan yaitu daerah Pelawangan, untuk menuju goa ini dapat menggunakan kapal / perahu Compreng dari Dermaga Lomanis / Sleko atau Dermaga Wijayapura dengan jarak tempuh sekitar 2 jam atau biasa lewat Majingklak dengn perahu Compreng sekitar 30 menit dilanjutkan denganjalan kaki sekitar 10 menit sampai ke mulut goa, jarak dari pantai sekitar 400 m dengan mendaki bukit.

Goa Ronggeng yang konon diketemukan oleh Penjajah Belanda pada tahun 1830-an saat Belanda mengejar sisa – sisa laskar prajurit Pangeran Diponegoro, dia singgah karena ombak laut daerah pelawangan sangat besar.

Disebut goa Ronggeng konon menurut legenda zaman dulu ada kesenian rakyat pasundan yaitu Ronggeng atau Ledek yang mencari nafkah dengan cara mbarang / meminta – minta. Pada saat itu ada orang yang ingin menanggapnya dan dibawa menyeberang perahu gethek dari bambu tapi karena ombak terlalu besar penumpang tenggelam di Selat Indralaya dan hilang menjadi batu ronggeng. Sayang batu ronggengnya telah dihancurkan oleh para penambang batu liar, sehingga pada malam – malam tertentu sering terdengar suara gamelan berbunyi sedang mengiringi penari ronggeng disekitar bukit, maka goa tersebut disebut Goa Ronggeng.

Keindahan yang ditawarkan goa tersebut yang panjangnya sekitar 60 m dan lebar 10 s/d 20 mdan masih ada lobang yang konon tembus sampai ke laut, di dalamnya terdapat Stalaktit dan Stalakmit yang cukup indah dan ada Stalakmit yang mirip patung seorang penari putri dan stalaktit berupa selendang menghiasi di dalam goa, ada tempat untuk tidur disamping itu juga ada ruangan di atas konon dulu ada tangganya untuk naik ke atas. Namun sayang goa yang indah itu di dalamnya dipenuhi Lumpur yang sudah menjadi tanah sehingga perlu digali.

Di dalam goa ada beberapa coretan tangan manusia dengan nama khas orang – orang Belanda pada tahun 1840 an dan tempat tersebut konon ditempati juga para prajurit kraton Mataram untuk menjaga keluar masuknya kapal dan perahu ke perairan Segara Anakan. Tidak jauh dari Goa Ronggeng terdapat sumber air yang konon juga digunakan sebagai tempat mandi prajurit Belanda dan di atas arah utara naik ke bukit 100 m terdapat Goa Macan atau Goa Biru yang konon lorongnya masih dihuni binatang buas Harimau Hitam.

Sumber : http://pariwisata.cilacapkab.go.id

Yuk, Melihat Keindahan Pulau Raja Ampat Papua

bira
Sejumlah turis tampak asyik bersantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Warna-warna itu muncul karena pengaruh dari hamparan terumbu karang di dasar laut yang dangkal maupun dalam. Mereka sedang menikmati makan siang di Papua Diving Resort, perairan f Irian Jaya Barat.
Teriknya matahari dan cerahnya udara justru membuat gemas para tamu untuk kembali menyelam dan menyelam. Cahaya matahari kerap menembus celah-celah gelombang laut sampai ke karang. Keelokan pemandangan dan biota lautnya memang membuat kesan mendalam bagi para wisatawan. Bagi pencinta wisata pesisir dan bawah air yang fanatik, Raja Ampat sangat dikenal bahkan dinilai terbaik di dunia untuk kualitas terumbu karangnya.
Banyak fotografer bawah laut internasional mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Bahkan ada yang datang berulang kali dan membuat buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini. Pertengahan 2006 lalu, tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia, National Geographic, membuat liputan di Raja Ampat yang akan menjadi laporan utama pada 2007.
Sebanyak 610 Pulau
Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.
Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.
Eksotis
Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan itu, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan “pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini”.
Pengelolanya tak gampang mempersiapkan tempat bagi wisatawan. Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.
Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.
“Turis menyelam hampir setiap hari karena lokasi penyelaman sangat luas dan beragam. Keindahan terumbu karangnya memang bervariasi sehingga banyak pilihan dan mengundang penasaran. Ada turis yang sudah berusia 80 tahun masih kuat menyelam,” tutur Max Ammer yang beristrikan perempuan Manado.
Tiga tahun lalu, Papua Diving membangun penginapan modern tak jauh dari lokasi pertama. Ternyata, penginapan yang dibangun dengan mengandalkan bahan bangunan lokal ini hampir selalu penuh dipesan. Padahal tarifnya mencapai 225 euro atau sekitar Rp 2,7 juta per malam. Di lokasi yang baru, dilengkapi peralatan modern, termasuk fasilitas telepon internasional dan internet.
Turis ke Raja Ampat hanya ingin ke Papua Diving di Pulau Mansuar karena fasilitas dan pelayannya sudah berstandar internasional, juga makanannya. Mereka mendarat di Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 3,2 juta sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar.
Seperti pulau lainnya, Mansuar tampak asri karena hutannya masih terjaga dan air lautnya pun bersih sehingga biota laut yang tidak jauh dari permukaan bisa terlihat jelas. Turis cukup berenang atau ber-snorkelling untuk melihat keindahan laut, sedangkan jika ingin mengamati langsung kecantikan biota laut di kedalaman, mereka harus menyelam.
Merasa Aman
Warga lokal dilibatkan dalam pembangunan dan pengelolaan resor, bahkan 90 dari 100 karyawannya adalah warga Papua. Penduduk juga memasok ikan, sayur-mayur, buah-buahan, dan lainnya. Salah satu paket wisatanya mengunjungi perkampungan untuk melihat tanaman dan hewan khas setempat, termasuk burung Cendrawasih. Banyak wisatawan yang menjadi donatur pembangunan gereja dan pendidikan anak-anak sekitar Man- suar.
Max Ammer mempunyai komitmen untuk meningkatkan ekonomi dan keterampilan warga setempat. Mereka ada yang dilatih berbahasa asing dan menggunakan peralatan selam. Wisatawan pun merasa aman di kala siang maupun malam saat menikmati terik dan tenggelamnya matahari maupun saat berenang dan menyelam di laut yang sangat dalam.
Selain kelautan dan perikanan, Raja Ampat memiliki kekayaan sumber daya alam, antara lain minyak bumi dan nikel. Di dasar lautnya juga banyak terdapat kapal-kapal karam bekas Perang Dunia II yang diperkirakan memuat “harta karun” bernilai tinggi. Namun, jika salah kelola, kegiatan eksploitasi semua itu dikhawatirkan mengancam kelestarian dan keindahan alam lautnya.
Sumber : Suara Pembaruan, Sumedi TP, 7 Januari 2007

10 Gunung Tertinggi di Indonesia yang Perlu Kita Ketahui

10 gunung tertinggi di indonesia

[10]gunung argapura (3088m)

Gunung Argapura merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Argapura mempunyai ketinggian setinggi 3.088 meter. Gunung ini sering juga disebut dengan Argopuro.

Gunung Argapura merupakan bekas gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.

Gunung ini termasuk bagian dari pegunungan Iyang yang terletak di kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Berada pada posisi di antara Gunung Semeru dan Gunung Raung. Ada beberapa puncak yang dimiliki oleh gunung ini. Puncak yang terkenal bernama Puncak Rengganis/gunung Welirang(topografichen Dienst 1928). Sedangkan puncak tertingginya berada pada jarak ± 200 m di arah selatan puncak Rengganis. Puncak tertinggi ini bernama Argapoera dan ditandai dengan sebuah tugu ketinggian (triangulasi).

Gunung Argapura mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.


[9]gunung merbabu (3145m)



Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.

Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.

Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.


[8]gunung sindoro (3150m)



Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.

Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindara yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang (letusan freatik).


[7]gunung welirang (3156m)



Gunung Welirang (atau Walirang, nama kuna) merupakan sebuah gunung yang terdapat di Jawa Timur, Indonesia. "Welirang" dalam bahasa Jawa berarti belerang. Gunung Welirang mempunyai ketinggian setinggi 3,156 meter dan memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.


[6]gunung lawu (3265m)



Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.


[5]gunung raung (3322m)



Gunung Raung merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia dan mempunyai ketinggian setinggi 3,332 meter. Gunung Raung mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.


[4]gunung sumbing (3336m)



Gunung Sumbing merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Sumbing mempunyai ketinggian setinggi 3.371 meter.

Gunung Sumbing mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Sebagian besar wilayah di gunung ini telah digunakan untuk lahan pertanian. Di puncaknya gunung ini mempunyai kawah yang masih aktif.


[3]gunung arjuno (3339m)



Gunung Arjuno (atau Gunung Arjuna, dalam nama kuna) terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 m dpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu.

Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat diatas Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu, Malang - Jawa Timur ini juga merupakan salah satu tujuan pendakian. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung.

Gunung Arjuno mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari kecamatan Singosari melalui desa Sumberawan. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian.


[2]gunung slamet (3432m)



Gunung Slamet (3.432 meter) adalah gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa. Terdapat empat kawah di puncaknya yang semuanya aktif.

Di kaki gunung ini terdapat sebuah kawasan wisata bernama Baturraden atau Batur Raden. Kawasan wisata ini biasa dicapai orang dari kota Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas.

Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Dalam buku yang berjudul "Three Old Sundanese Poems", terbitan KITLV Leiden tahun 2006, J. Noorduyn menyebutkan bahwa nama "Slamet" adalah relatif baru yaitu setelah masuknya Islam ke Jawa. Dengan merujuk kepada naskah kuno Sunda Bujangga Manik, Noorduyn menuliskan bahwa nama lama dari gunung ini adalah Gunung Agung.

Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar.


[1]gunung semeru (3676m)



Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Sumber : http://smpn7bgr.com/

5 Pantai Terindah di Indonesia

1. Pantai Senggigi,Lombok

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

2. Pantai Kuta,Bali

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.

Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

3.Pantai Indah Pangandaran

Pantai Indah Pangandaran adalah sebuah pantai yang terletak di pantai selatan serta menurut AsiaRooms merupakan pantai terbaik di Pulau Jawa merupakan objek wisata pantai di Jawa Barat. Pantai ini terletak di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis. Beberapa keistimewaan dari Pantai ini diantaranya:

* Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama
* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
* Tersedia tim penyelamat wisata pantai
* Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai
* Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.
* Tempat pendaratan tentara Jepang semasa perang dunia II oleh karenanya di sana masih terdapat beberapa gua pertahanan bala tentara Jepang yang dulu dijadikan tempat-tempat persembunyian tentara Jepang yang berniat menyerang tentara Belanda.

4. Pantai Parai Tenggiri,Bangka Belitung

Pantai Parai Tenggiri adalah pantai yang terletak di kawasan daerah Matras, Sungailiat, Bangka Belitung. Pantai ini sering dijadikan obyek wisata dan terkenal dengan batuan granit berbagai ukuran. Fasilitas yang tersedia antara lain hotel, outbound serta permainan olah raga air.

5. Pantai Parangtritis,Yogyakarta

Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.

sumber: kaskus.us

New7Wonders Penuh Kontroversi | Haruskah Kita Mendukungnya?

New 7 Wonders - Sekedar share informasi aja. Tadi pagi saya lihat ulasan tentang Kontroversi Komodi di TV One. Berita tersebut menyebutkan bahwa New 7 Wonders yang katanya nanti pada tanggal 11 November 2011 akan menentukan pemenang kompetisi New 7 Wonders ini ternyata penuh dengan kontroversi.

Seperti apa kontroversi tersebut? Saya mencoba browsing di internet, dan menemukan informasi yang mendetail tentang kontroversi komodo tersebut. Gak Tanggung-tanggung saya cuplik informasi ini dari dua sumber sekaligus. 


Pertama saya share Ilustrasi Konvtroversi Komodo dalam bentuk gambar berikut ini. Sumber : http://www.phylopop.com/2011/10/kontroversi-komodo-masuk-7-keajaiban.html
Kedua saya share informasi yang sanget mendetail, diulas secara tajam dengan mengambil informasi dari berbagai sumber dan statement beberapa tokoh Nasional. Oke silakan di baca saja.

Dibalik emosi nasionalisme masyarakat dengan melakukan dukungan melalui 9818, ternyata terdapat cerita panjang kontroversial yang masih meragukan komitmen Lembaga New7Wonders dalam manfaat dan kerugian terhadap bangsa Indonesia. Ternyata dibalik itu semua pemerintah Indonesia pernah menarik diri dari perhelatan tersebut karena yayasan tersebut mensyaratkan biaya yang sangat luar biasa besar hanya untuk meraih status komodo menjadi salah satu 
New7Wonders. Beberapa penyelidikan mengungkapkan bahwa lembaga tersebut ternyata sangat misterius, berbau bisnis dan diragukan kredibilitasnya. Karena di negara tempat kantornya berdiripun tidak dikenal dan alamatnya juga misterius. Selain misterius dan tidak kredibel, apakah Indonesia akan terpedaya kedua kali dengan lembaga yang tampaknya hanya mengutamakan bisnis semata itu ?

Demi uang dan Penuh Kontroversi
Sebelumnya  Indonesia khususnya Taman Nasional (TN) Komodo pernah menyatakan mundur dari finalis New 7 Wonder. Lewat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Pemerintah menyatakan secara resmi mundur dan menarik Taman Nasional Komodo sebagai finalis dalam New Seven Wonder of Nature. Pernyataan mundur dan menarik TN Komodo dari finalis New 7 Wonder ini disampaikan oleh Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE dalam jumpa pers di kantor Kementerian Budpar Jakarta, Senin (15/8/2011). Penarikan TN Komodo dari ajang New 7 Wonder ini karena pihak penyelenggara dinilai tidak profesional dan tidak kredibel.

Partisipasi Komodo dalam ajang New Seven Wonder of Nature dimulai pada awal Agustus 2008 ketika Taman Nasional Komodo dinominasikan sebagai 7 keajaiban alam baru bersama 440 nominasi dari 220 negara di dunia. Saat itu pula Kembudpar diangkat menjadi Official Supporting Committee / Lead AgencyNew Seven Wonder of Nature. Melalui online voting via email dan telepon, hingga tanggal 21 Juli 2009, TN Komodo berhasil menjadi salah satu dari 28 finalis New Seven Wonder of Nature. untuk mempromosikan TN Komodo sebagai

1. Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye. Pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia dan yang masuk nominasi adalah Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau, bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara. Kemudia pada bulan Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi USD 199. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis. Setahun kemudian pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010. Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS. Timbul permasalahan ketika pada Desember 2010 Yayasan New Seven Wonder menyatakan menyetujui Indonesia (Jakarta) sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) Deklarasi 7 Keajaiban Dunia Alam (New7Wonders of Nature). Syaratnya, Indonesia mesti membayar license feese dan biaya penyelenggaraan mencapai US$ 45 juta. Indonesia dalam hal ini Kembudpar menolak. Tetapi Yayasan N7W balik mengancam akan mengeliminasi TN. Komodo dari finalis New7Wonders of Nature. 7 Februari 2011, Yayasan New Seven Wonder memutuskan untuk tetap mempertahankan TN Komodo sebagai finalis namun melakukan tindakan menghapuskan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Official Supporting Commitee. Peran ini kemudian digantikan oleh swasta dan masyarakat dalam P2Komodo (Pendukung Pemenangan Komodo).
Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya.
Bahkan terdapat beberapa negara  yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, memutuskan mundur. Salah satu alasannya adalah penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan. Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W. Maladewa mundur, dengan alasan banyak dimintai biaya oleh panitia New7 Wonders. Alasan pertama pemerintah Maladewa menarik diri dari kompetisi itu adalah mahalnya biaya lisensi dan paket sponsor yang diminta panitia penyelenggara New7Wonders. Jumlahnya pun tak main-main. Contohnya saja, pemerintah Maladewa diharuskan membayar biaya lisensi untuk penerbangan Maladewa sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 8,8 miliar. Belum biaya sponsor dan lainnya.
Selain itu panitia juga harus membebankan biaya sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai suatu negara peserta bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.

Lembaga New7Wonders
Lembaga New7Wonders adalah lembaga swasta yang kredibiitasnya harus lebih diteliti lebih jauh. Lembaga swasta itu mengadakan kompetisi ini ternyata tidak berkaitan dengan lembaga resmi UNESCO di bawah PBB.  Sebenarnya UNESCO sudah  menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Dalam kaitan kegiatan lembaga tersebut, UNESCO menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh lembaga New7Wonders.  Ternyata  UNESCO juga sering diajak bekerjasama oleh organisasi itu, tapi selalu menolak.  Bahkan UNESCO mengatakan bahwa penetapan Unesco  adalah bedasarkan data ilmiah dan proses penelitian dan pengamatan profesional sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia. Tetapi penetapan satatus oleh lembaga lembaga New7Wonders. hanya berdasarkan popularitas dan terselubung berbau kepentingan bisnis lembaga itu.
Menurut pantauan Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo mengungkapkan pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap keberadaan yayasan ini. Pihak KBRI pernah membantu delegasi dari Jakarta untuk melakukan penyelidikan atas yayasan ini. KBRI juga sudah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W.  Para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.
KBRI bersama tim dari Jakarta juga sudah mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Höschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich.  Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai. Seharusnya, menurut Djoko, alamat itu adalah: Höschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari pukul 14.00 – 17.00. KBRI juga sudah mendatangi kantor Pengacara Patrick Sömmer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan, melacak keberadaan yayasan ini. Djoko menilai, sebagai yayasan, keberadaan yayasan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.
Joko Susilo juga mengatakan bahwa lembaga ini tidak sama sekali memberikan promosi di negara yang kantornya berdiri. Bahkan tidak ada satupun media di Swiss memberitakan kompetisi Newage Seven Wonder of Nature. Dia berharap masyarakat Indonesia tidak tertipu atau terperdaya dengan kegiatan yang dilakukan lembaga ini.
Hal yang lebih misterius lagi lembaga itu  selalu merahasiakan jumlah vote yang telah dilakukan. Banyak masyarakat yang menanyakan dana yang telah diberikan lewat  SMS itu bertarif Rp 1.000, sejak April dan oktober 2011. tetapi panitia pendukung di Indonesia selalu mengelak penggunaannya dan selalu mengatakan telah dilakukan audit oleh lembaga yang kredibel. Bahkan bila ditanyakan jumlah dana yang sudah masuk mereke juga selalu mengelak. Sambil berkilah, KFC Indonesioa saja kalau ditanya berapa biasaya francisenya pasti tisdak akan menjawab. Ketertutupan tentang masalah dana tersebut tampaknya bukan ciri sebuah lembaga non-profit.

Dibela JK dan Emmy Hafild
Duta Besar Pulau Komodo Jusuf Kalla membantah bahwa Yayasan “New7Wonders” atau N7W (Tujuh Keajaiban Dunia) akan merugikan Indonesia karena Indonesia tidak akan menjadi tuan rumah untuk deklarasi N7W dengan membayar “fee” sebesar 10 juta dolar AS. JK mengatakan “Nggak, kita nggak akan bayar (fee) itu, karena kita nggak ada menjadi host untuk semacam olimpiade N7W itu. Kalau pun kita harus mengeluarkan uang untuk kegiatan itu, maka hal itu akan dibayar beberapa pengusaha. Itu juga ada audit internasional,”. JK  juga mengungkapkan bahwa N7W justru akan menjadi promosi murah untuk wisata Indonesia. ”Kalau Komodo menang, maka wisatawan dari seluruh dunia akan datang ke NTT. Kalau ada Unesco tidak mengakui juga tidak apa-apa, karena N7W memang bukan kegiatan terkait masalah warisan budaya, melainkan soal `keajaiban` yang berhubungan dengan wisata dunia,” katanya.
Menurut Ketua Pendukung pemenangan Komodo sebagai 7 keajaiban dunia heran dengan sikap pemerintah yang apriori terhadap New7 Wonders.  Ini karena ada pejabat pemerintah, dia sangat tersinggung karena dicoret sebagai official suporting committee di New7 Wonders,” Pejabat yang dimaksud Emmy ini tak lain Sapta Nirwandar yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sapta dahulu yang mendaftarkan Komodo, Danau Toba, dan Krakatau sebagai New7 Wonders. Namun belakangan, setelah disebut pihak New7 Wonders meminta uang, pemerintah balik kanan. “Kalau ada yang bilang New7 Wonders itu organisasi tidak kredibel bagaimana bisa. New7 Wonders sudah bikin kompetisi keajaiban dunia sejak 2000-2007. Mereka organisasi kredibel. Presiden di sejumlah negara seperti Filipina, Korsel, dan bahkan Obama Presiden AS memakai pin untuk mendukung Colorado untuk menjadi keajaiban dunia,” jelasnya. Bahkan Emmy secara berlebihan dalam stasiun televisi swasta mengatakan bahwa sejak adanya kompetisi ini, sejak dua tahun yang lalu di NTT sudah berdiri 8 hotel untuk pariwisata Komodo.
Argumen yang disampaikan pihak KBRI Bern, Swiss yang membeberkan kejanggalan New7 Wonders pun dinilainya bukan hal baru. Mundur ke belakang, sebelum cabut dari New7 Wonders pemerintah kita sudah 2 tahun bergabung, ikut serta dalam kompetisi itu. Entah bagaimana dengan alasan ribut soal uang tiba-tiba muncul penolakan terhadap New7 Wonders. “Argumentasinya nggak baru. New7 Wonders itu organisasi modern, mereka itu kerja lewat cyber. Kantornya di mana-mana, seperti London, Zurich, dan Kanada. Yang jelas kantor milik New7 Wonders itu memang berada di museum, karena museum itu dahulu rumah milik orang tua Bernard Weber. Museum berisi segala sesuatu soal New7 Wonders,” tuturnya.

Harus Dicermati
Melihat kontroversi tersebut bangsa Indonesia termasuk para tokoh masyarakat harus jeli dan cermat dalam semua kegiatan yang dilakukan Lembaga New7Wonders. Memang bisa saja niat baik para pendukung Komodo 9818 ini akan membantu pariwisata Indonesia. Tidak ada yang berhak melarang setiap upaya yang mempromosikan Komodo di dunia Internasional. tetapi melihat misterius, kredibilitas lembaga New7Wonders, dukungan membabi buta dalam pembelaan terhadap lembaga dan ketertutupan masalah dana dan jumlah “vote” tampaknya sulit dielakkan bahwa lembaga tersebut bukan lembaga non-profit dan berbau bisnis.
Kalaupun klaim jumlah 1 milyar SMS yang diberikan oleh masyarakat dunia, apakah berdampak langsung terhadap kepentingan promosi Komodo. Karena, masyarakat di suatu negara pasti hanya akan melihat nama tempat yang diunggulkan di negaranya tetapi jarang melihat nama lainnya yang dinominasikan. Demikian juga masyarakat Indonesia pasti hanya mengenal Komodo sebagai salah satu finalisnya tanpa mengetahui finalis lainnya. Bila di negaranya sendiri di Swiss saja gema promosi New7 Wonder tidak bergaung apakah bisa diharapkan gema promosi terdengar di seluruh dunia.
Memang nantinya bila menang maka keuntungannya Komodo mempunya status sebagai New Seven Wonder of Nature. tetapi bila sudah mempunyai status seperti itu lantas apakah bisa membantu pariwisata Indonesia bila tidak ditindaklanjuti dengan promosi berikutnya. Padahal Komodo sudah mempunyai status yang lebih kredibel dan diakui dunia melalui lembaga resmi dan kredibel. Taman nasional Komodo sejak dua puluh tahun yang lalu juga telah ditetapkan oleh UNESCO World Heritage Committee masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia (The World Heritage Sites). Status yang sebenarnya sangat bergengsi itu seharusnya dikelola dengan baik dalam promosi pariwisata komodo di dunia Internasional. Mengapa status yang sudah jelas tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik tetapi bangsa ini harus mengejar lagi sebuah status yang kredibilitasnya masih diragukan. Bahkan promosi yang baik tampaknya belum pernah dilakukan karena banyak bagian masyarakat bangsa ini tidak menyadari bahwa Komodo sudah 20 tahun diberi gelar terhormat oleh Unicef.
Bila bangsa ini tidak terpedaya oleh jeratan kepentingan bisnis lembaga tersebut tidak masalah bila menguntungkan bangsa ini. Tetapi bila semua kegiatan ini hanya demi kepentingan bisnis tanpa ada dampak berarti bagi bangsa ini maka sangat disayangkan. Sebaiknya bangsa ini harus menghitung untung rugi dan manfaat dibanding biaya yang dikeluarkan hanya untuk mengejar sebuah status Komodo New 7 (Seven) Wonders of Nature. Benarkah dengan adanya status baru yang akan dikejar selama ini dapat menambah manfaat bagi komodo dan masyarakat NTT khususnya seperti yang digembar-gemborkan para tokoh selama ini. Berbagai pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa untuk menjadi pemenang panitia mensyarakan biaya yang luar biasa besar hanya untuk menyandang sebuah status tersebut.
Apakah tidak sebaik dipikirkan lebih cermat bahwa biaya yang luar biasa besar itu untuk dijadikan biaya promosi sendiri dan untuk membiayai sarana TN Komodo agar lebih menarik dan dikenal masyarakat dunia. Ternyata masyarakat dan para tokoh tidak disadari mulai masuk dalam jebakan Lembaga New7Wonders untuk meraih sebuah status yang akhirnya nantinya dibebani biaya yang luar biasa. Apakah masyarakat dan pemerintah tidak berkaca dengan pengalaman sebelumnya ? Mudah-mudahan semua niat baik masyarakat untuk mendukung Komodo tidak menjebak bangsa ini untuk mengeluarkan biaya yang sangat besar hanya mengejar sebuah status. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, hanya untuk sebuah status Komodo, New Seven Wonder of Nature, bangsa ini harus mengeluarkan puluhan juta dolar.



Dengan membaca informasi di atas. Haruskah Kita Mendukung New 7 Wonders?

10 Daftar Objek Wisata Indonesia Kategori World Heritage

Inilah 10 Objek Wisata Indonesia yang masuk Kategori World Heritage
 
Objek Wiata Kategori World Heritage of Nature
Indonesia memiliki 4 objek dengan status “World Heritage of Nature”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:

1. Objek Wisata Taman Nasional Ujung Kulon
Taman yang menjadi taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia ini mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman nasional ini terletak di bagian paling barat dari Pulau Jawa. Taman yang juga meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang ini memiliki luas sekitar 1.206 km2, di mana 443 km2 di antaranya adalah laut. Sebenarnya, pada awalnya, taman ini merupakan daerah pertanian sampai akhirnya menjadi hancur lebur dan habis penduduknya akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Kejadian tersebut menyebabkan kawasan ini kembali menjadi hutan.
Saat ini kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan perlindungan untuk satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Satwa langka lain yang dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

2. Objek Wisata Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman yang terletak di antara pulau Sumbawa dan Flores ini terdiri atas tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Taman ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo serta habitatnya. Selain komodo, di taman nasional ini juga terdapat sekitar 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Selain itu, terdapat pula sekitar 253 spesies terumbu karang di perairannya yang terkenal juga sebagai salah satu titik terbaik di dunia untuk menyelam. Kini, taman nasional ini juga masuk menjadi salah satu dari nominasi 7 keajaiban dunia.

3. Objek Wisata Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz, Papua Barat diakui oleh UNESCO pada tahun 1999. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km2, taman nasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di taman ini berjumlah sekitar 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini yakni dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia yang tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

4. Objek Wista Hutan Hujan Tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan)
Warisan hutan hujan tropis Sumatera yang meliputi tiga taman nasional tersebut mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2004.
Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sendiri merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. TNGL ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pengunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis. Di kawasan TNGL ini, terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.
Sedangkan, taman nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional yang terbesar di Sumatera. Taman ini membentang ke empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang merupakan wilayah dataran tertinggi di Sumatera, mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Tujuh. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan sekitar 370 spesies burung.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan termasuk dalam administrasi wilaya Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman ini sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu). Taman ini masuk juga dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

Objek Wisata Kategori World Heritage of Culture
Indonesia memiliki 3 objek dengan status “World Heritage of Culture”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:
1. Objek Wisata Candi Borobudur
Candi Borobudur mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi yang bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala (lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha) ini tidak memakai semen sama sekali dalam pembangunannya, melainkan dengan sistem interlock (seperti balok Lego yang bisa menempel tanpa lem).

2. Objek Wisata Candi Prambanan

Candi Prambanan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi yang terletak 17 km dari pusat kota Yogyakarta ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi ini memiliki tiga candi utama di halaman utama, yakni Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.


3. Objek Wisata Situs Sangiran

Situs Sangiran diakui UNESCO pada tahun 1996. Merupakan sebuah situs arkeologi yang terletak di Jawa Tengah. Secara administratif terletak di kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. Di situs ini, kita bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu.

Ojek Wisata Ketegori World Heritage of Intangible Culture
Di kategori ini, Indonesia memiliki 4 objek, yakni:

1. Wayang

Merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama Wayang Kulit di Jawa Timur, kedua Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan ketiga Wayang Golek di Jawa Barat. Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Yaitu “Mana yang Isi (Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
Saat ini, wayang tidak hanya sebatas wayang kulit dan wayang orang saja, ada juga e-wayang yang keseluruhan proses pembuatannya menggunakan sarana dan fasilitas digital. E-wayang dapat dilihat melalui website

2. Keris
Keris mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2005. Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik dengan bermacam bentuk. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.

3. Batik
Batik diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada tahun 2009. Untuk merayakannya, Indonesia menjadikan setiap tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Batik Indonesia memiliki motif bermacam-macam tergantung pada daerahnya.

4. Angklung
Angklung direncanakan akan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tanggal 18 November yang akan datang. Alat musik bambu yang dapat menghasilkan suara sangat indah ini gemanya sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Sumber : http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/11-objek-wisata-indonesia-yang.html

Hukuman Untuk Orang Selingkuh

Selingkuh lagi, selingkuh lagi. Hehehe….

Setelah kemarin saya menulis sebuah artikel tentang Selingkuh, Wisata Paling Nikmat di Wamena, sekarang saya membuat artikel tentang hukuman bagi orang selingkuh. Nah, loh… Awas jangan selingkuh, karena hukuman ini benar-benar berat dan pastinya sangat menyiksa.

Apa hukuman untuk orang-orang yang selingkuh? Ada sebuah hukum adat yang menjadi sebuah kesepakatan suatu kaum adat, yaitu tentang cara menghukum orang selingkuh. Bagaimana caranya?

Ditenggelamkan. Ya…ditenggelamkan. Pasangan selingkuh akan dikat secara bersama-sama kemudian ditenggelamkan di Tanjung Pelette.

Hmmm…. Gemana rasanya? Wah, ternyata itu hanya cerita masa lampai dari Masyarakat Bone. Konon katanya, pada zaman kerajaan Bone dahulu, hukuman tersebut diberlakukan untuk setiap orang yang sudah berkeluarga tapi kemudian berselingkuh. Nama hukumannya addalah Mallabu Tau (menenggelamkan orang). Orang yang ketahuan selingkuh, akan diikat bersama pasangan selingkuhannya, kemudian di arak ke Tanjung Pelette untuk ditenggelamkan di sana.

Wuih…ngeri juga ya. Coba kalau hal itu diterapkan di zaman sekarang, mungkin orang yang akan berselingkuh akan berpikir seribu kali sebelum melakukannya.

Hukuman untuk orang selingkuh di jaman sekarang enak banget. Istrinya minta cerai, setelah itu pasangan selingkuh tersebut menikah secara resmi. Lah, enak banget kan??? Makanya orang gak takut untuk selingkuh.

Omong-omong, tempat untuk menghukum orang selingkuh tersebut sekarang menjadi salah satu tempat wisata di kabupaten Bone, sekitar 12 km sebelah timur dari kota Watampone. Watampone ditempuh sekitar 3 jam dari kota Makassar. Tempat wisata ini sekarang sangat populer bagi wisatawan domestik, tak pernah sepi dari pengunjung terutama di hari raya. Itu karena keindahan alamnya, suara deburan ombak yang keras dan harga tiket yang murah.

Tanjung Palette terletak di pesisir Teluk Bone, bukan berupa hamparan pasir namun pantai dengan karang yang lumayan terjal. Salah satu sensasi berkunjung ke tempat ini adalah pemandangan bukit karang yang cantik disertai dengan deburan ombak yang keras. Sekarang , tempat wisata ini di lengkapi berbagai fasilitas tambahan setelah mendapat perhatian dari pemerintah kab. Bone seperti kolam renang, kafe, gazebo dan Hotel. Jadi ada banyak aktivitas yang dilakukan ditempat ini selain memnadangi pesona alamnya, anda bisa berenang, memancing atau menginap dengan menikmati adat masyarakat setempat yang sudah dicanangkan sebagai desa wisata. Atau menikmati seafood seperti kepiting bakau yang menjadi ikon kab. Bone

Sssst…ada titik balik nih. Setelah menjadi obyek wisata maka terjadi alih fungsi dari tempat bersejarah ini. Kalau di jama dulu (kerajaan Bone) tempat ini jadi tempat menghukum orang selingkuh, tapi kalau sekarang tidak menutup kemungkinan tempat ini menjadi tempat untuk berselingkuh. Hmm……??????????

Selingkuh, Wisata Paling Nikmat di Wamena

Selingkuh, adalah sebuah kata yang katanya asyik dilakukan tapi paling dibenci oleh orang yang dikhianti. Mengapa selinngkuh menjadi hal yang sangat mengasyikan, karena ada banyak tantangn untuk bisa menikmatinya.

Tantangan paling utama selingkuh adalah bagaimana caranya agar perselingkuhan tidak diketahui oleh pasangan kita. Dan kalau selamanya tidak diketahui, maka kenikmatan perselingkuhan akan semakin terasa. Begitulah setan menjebak manusia dalam kubangan nikmat semu.

Tapi di Wamena untuk selingkuh tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi dari pasangan andan. Bahkan ketika anda datang ke Wamena bersama pasangan andapun, seorang guide atau pemandu wisata akan menawarkan anda untuk selingkuh. Dan selingkuh yang satu ini benar-benar memancing nafsu anda, ketika anda sudah menimati selingkuh di Wamena dijamin anda akan kaetagihan. Huh..hah…huh…hah….

Upsss!!! Jangan negatif thinking dulu deh. Selingkuh yang dimaksud di sini adalah sajian kuliner khas Lembah Baliem yang sangat enak dan menggugah selera.

Selingkuh yang dimaksud di atas adalah menu makanan yang bernama “udang selingkuh”. Disebutkan, bahwa udang selingkuh ini adalah makan paling banyak diburu oleh para wisatawan yang datang ke Wamena.

Mengapa makanan tersebut di sebut sebagai “udang selingkuh”? Karena makanan ini adalah memiliki bentuk badan seperti udang, tapi memiliki capit seperti capit kepiting. Begitu juga dengan kulitnya, keras seperti batok kepiting.

Makanya disebut “udang selingkuh”, karena warga setempat menyebutkan bahwa udang tersebut adalah hasil perselingkuhan udang dan kepiting. Wah, berarti kita makan anak haram donk. Hahahahaha…..