Mengaku Sebagai Titisan Ir. Soekarno

Lowongan Kerja dan Peluang Usaha di bidang IT menanti keterampilan anda sebagai ahli teknisi komputer. Jadilah Teknisi Komputer Professional dengan memiliki Panduan Teknsisi Komputer Terlengkap dari Toko Ebook Online Terpercaya. Ayo gabung bersama Qbonk Media Group DI SINI.
Mengaku Sebagai Titisan Ir. Soekarno atau sebagai jelmaan Sukarno mungkin sering anda mendengar cerita atau bahkan bertemua orang yang mengaku-ngakut demikian. Seperti halnya seorang teman yang berkomentar pada artikel saya sebelumnya tentang Meyakini Soekarno Masih Hidup.

Bahkan di televisi juga kita sempat digegerkan sebuah aliran sesat di Cirebon (kalau gak salah, udah agak lupa, mohon dikoreksi) yang mengaku-ngakut sebagai titisan Ir. Soekarno. Mengapa ini terjadi? Mengapa Sukarno seolah-olah hidup di tengah-tengah masyarakt (khusunya masyakarat Jawa).

Sebelum kita mengetahui alasan mengapa banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai titisan Sukarno ada baiknya kita kaji terlebih dahulu siapa Sukarno di mata rakyat Indonesia.

Ir. Soekarno dalam pandangan dan keyakinan sebagian masyarakat Indonesia (Jawa pada khususnya) :
  1. Beliau sebagai pejuang dan pendiri bangsa
  2. Beliau sebagai bagian dari para wali (kekasih Alloh)
  3. Beliau orang yang hidup abadi
  4. Beliau orang yang bisa mancala putra mancala putri (berubah-ubah rupa)
  5. Beliah orang yang meletakkan dasar-dasar negara Indonesia
  6. dll

Itu adalah sebagian pandang sakral akan sosok Ir. Soekarno. Maka tak heran kalau kemudian banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai titisan Sukarno. Hal ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Misalkan menaikkan pamor di masyarakat. Biasanya ini dilakukan oleh paranormal atau orang-orang yang mengaku memiliki kelebihan-kelebihan tertentu.

Selain dia mengaku-ngaku sebagai titisan Sukarno, biasanya juga akan menunjukkan beberapa petilasan (semacam kuburan) yang katanya adalah kuburan Sukarno. Maka, tak heran kalau di sebagian kecil masyarakat ada cerita banyak tentang kuburan Sukarno.

Untuk menjelaskan hal tersebut, para penyebar ajaran ini akan mengatakan bahwa Sukarno adalah manusia abadi. Meskipun kelihatannya mati, tapi sesungguhnya tidak mati. Yang dikubur dalam kuburan bukan jasad Sukarno yang sebanarnya, melainkan mungkin adalah pusaka atau alat-alat bawaan Sukarno. Sedangkan Sukarno-nya sendiri melanjutkan perkelanaanya untuk terus menjadi pelindung dari NKRI.

Nah itu adalah sekilas cerita yang berkembang di masyarakat yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraih popularitas atau menaikkan pamor dengan menunggangi nama besar Sang Proklamator. Yaitu slah satunya mengaku sebagai titisan Sukarno.

2 komentar:

  1. Brow kenapa tuh iklannya setengah2 wkwkwkwkwkk

    BalasHapus
  2. wah ceritanya sangat bermanpaat bagi saya, mksh!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus

Silakan berkomentar sercara sopan dan relevan